Panduan Cara Menentukan Nama Brand

Rahasia Branding: Cara Menentukan Nama Brand yang Bikin Orang Selalu Ingat

Menentukan nama brand adalah langkah penting saat membangun bisnis, terutama ketika Anda memulai dari nol dan ingin membangun identitas yang kuat dan mudah diingat. Nama brand bukan sekadar kata, ia berfungsi sebagai titik awal pembentukan asosiasi, memengaruhi daya ingat, persepsi kualitas, hingga kemudahan perlindungan hukum. Berikut panduan praktis cara menentukan nama brand yang didukung teori dan hasil riset, disajikan agar relevan untuk womenpreneur.

Mengapa nama brand itu penting?

Menurut teori customer-based brand equity, pilihan identitas awal (termasuk nama) memengaruhi kesadaran dan asosiasi merek yang dibangun konsumen, dan pada akhirnya mempengaruhi nilai merek. Dilansir dari Duke University People, nama yang tepat bisa mempercepat proses pembentukan brand equity.

Prinsip-prinsip utama: apa yang dicari dari sebuah nama

Berdasarkan literatur akademik dan praktik branding, ada beberapa kriteria utama yang harus dipertimbangkan saat cara menentukan nama brand:

  1. Mudah diingat (memorability) — Nama singkat dan gampang diucapkan cenderung lebih mudah diingat.
  2. Memiliki makna (meaningfulness) — Nama yang secara implisit atau eksplisit menyampaikan manfaat atau atribut produk lebih cepat diterima. Penelitian ResearchGate menunjukkan brand yang “meaningful” dievaluasi lebih positif dan lebih mudah diingat.
  3. Unik dan berbeda (distinctiveness) — Agar tak mudah tertukar dengan pesaing dan lebih mudah didaftarkan sebagai merek dagang.
  4. Ringkas & fonetik ramah (fluency) — Nama yang mudah dilafalkan menciptakan “processing fluency” sehingga konsumen merasa lebih nyaman dan cenderung memilihnya. Riset JSTOR+1ScienceDirect+1 tentang sound symbolism juga menunjukkan bunyi tertentu bisa menimbulkan asosiasi spesifik (mis. bunyi “i” terasa ringan/kecil, bunyi “o” terasa bulat/dimensi lebih besar).
  5. Legal & protektif (trademarkability) — Pastikan dapat dilindungi hukum; ini penting untuk mengamankan aset merek di masa depan.
Panduan Cara Menentukan Nama Brand

8 Langkah Praktis: Cara Menentukan Nama Brand (dengan contoh)

1. Mulai dari positioning: tentukan siapa pelanggan Anda

Sebelum menulis daftar nama, jelaskan dulu positioning: siapa target (mis. ibu muda, profesional karier, remaja kreatif), apa janji produk, nilai unik Anda. Nama harus relevan dengan positioning itu.

2. Buat daftar kata kunci & asosiasi

Tuliskan kata-kata yang mewakili produk, nilai, emosi, dan gaya Anda. Untuk audiens perempuan, pertimbangkan kata yang menyiratkan empowerment, kehangatan, atau estetika yang diinginkan (mis. “Luna Kitchen”, “HerCraft”, “Nusa Chic”).

3. Perhatikan bunyi (phonetics)

Uji kombinasi bunyi, apakah mudah diucapkan oleh target pasar Anda? Riset linguistik JSTOR+1ScienceDirect+1 menunjukkan bunyi tertentu membawa asosiasi, manfaatkan ini untuk menyampaikan kualitas (mis. bunyi konsonan kuat untuk kesan tegas, vokal terbuka untuk kesan hangat/ramah).

4. Pilih antara nama deskriptif vs. evocative vs. arbitrary

  • Deskriptif: langsung menjelaskan produk (mis. “KueRumah”). Mudah dipahami tapi sulit dilindungi hukum.
  • Evocative: membangkitkan asosiasi (mis. “Pelita”). Lebih bermakna dan lebih mudah membentuk cerita merek.
  • Arbitrary/fantasy: unik dan mudah dilindungi (mis. “Zalora”, “Tokopedia”). Pilihan ini baik bila ingin distinctiveness. Literatur ResearchGate+1ResearchGate+1 menunjukkan nama yang meaningful cenderung disukai, namun nama unik lebih mudah dipatenkan.
Panduan Cara Menentukan Nama Brand
Panduan Cara Menentukan Nama Brand

5. Uji kepada audiens kecil

Lakukan quick test: tanyakan pada 10–20 orang target (teman, keluarga, grup komunitas perempuan), apakah nama mudah diingat, apa asosiasi pertama mereka, apakah terasa sesuai. Ini membantu mengecek memorability dan meaningfulness.

6. Cek domain & social handle

Periksa ketersediaan domain (.com/.id) dan username media sosial. Konsistensi nama di platform penting untuk branding digital.

7. Cek legal (trademark search)

Sebelum jatuh hati ke satu nama, lakukan pemeriksaan merek dagang lokal (Dirjen HAKI/Ditjen KI di Indonesia) dan cek apakah nama serupa sudah terdaftar di pasar Anda. Ini menghindarkan konflik hukum di masa depan. Penelitian hukum merek menekankan pentingnya protektabilitas nama sebagai aset strategis.

8. Finalisasi dan rancang cerita brand

Setelah memilih, buat narasi singkat tentang apa arti nama itu, nilai yang diwakili, dan bagaimana ia berbicara kepada audience yang Anda layani. Nama plus cerita adalah kombinasi kuat membangun loyalitas.

Tips tambahan:

  • Pilih nama yang tidak membatasi jika nantinya Anda ingin ekspansi (mis. jangan gunakan “RotiIbuSurabaya” jika Anda ingin menjual online nasional).
  • Pertimbangkan nilai kultur lokal, karena nama yang sedikit menyentuh kultural lokal bisa membangun koneksi emosional.
  • Gunakan komunitas untuk uji konsep dan mendapatkan feedback jujur.

Cara menentukan nama brand bukan sekadar kreatif, tetapi perpaduan antara psikologi bahasa, strategi pemasaran, dan pertimbangan hukum. Gunakan langkah-langkah praktis di atas: mulai dari positioning, eksperimen bunyi, uji pengguna, hingga cek merek dagang. Nama yang relevan, mudah diingat, dan punya cerita kuat akan membantu Anda membangun hubungan emosional dengan pelanggan, hal yang sering jadi pembeda brand yang sukses.

We’d love to hear from you...